Monday, August 8, 2016
Suami Isteri di Usia senja
Disebuah rumah sederhana yg asri, tinggallah sepasang suami istri yg sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yg telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yg mapan.
Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih utk tetap tinggal dirumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan utk ikut pindah bersama mereka.
Jadilah mereka, sepasang suami istri yg hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yg tersisa dirumah yg telah menjadi saksi berjuta peristiwa dlm keluarga itu.
Suatu senja ba’da Isya disebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yg dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : _“Kenapa Bu?”_
Istrinya menoleh sambil menjawab _“Sandal Ibu tidak ketemu Pak”._
_“Ya sudah pakai ini saja”_ kata suaminya sambil menyodorkan sandal yg dipakainya.
Walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dg berat hati.
Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaan nya.Jarang sekali ia membantah apa yg dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.
*_"Bagaimanapun usahaku utk berterima kasih pada kaki istriku yg telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yg telah dilakukannya"._*
•》Kaki yg selalu berlari kecil membukakan pintu untukku saat aku pulang kerja,
•》Kaki yg telah mengantar anak2ku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yg menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak2ku”.
Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dg tulus dan merekapun mengarah kan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama …
Karena usia yg telah lanjut dan penyakit diabetes yg dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dg lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari2 yg mulai keriput itu dlm genggamannya mulai dirapikan dan setelah selesai sang suami mencium jari2 itu dg lembut dan bergumam :
_"Terima kasih ya Bu ”._
_“Tidak, Ibu yg seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”_ tukas sang istri tersipu malu.
_“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yg belum tentu sanggup aku lakukan._
_Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”_ kata suaminya tulus.
Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri ...
_"Bapak kok bicara begitu?_
_Ibu senang atas semuanya Pak, apa yg telah kita lalui bersama adalah sesuatu yg luar biasa._
_Ibu selalu bersyukur atas semua yg dilimpah kan pada keluarga kita, baik ataupun buruk._
_Semuanya dapat kita hadapi bersama.”_
● Hari Jum’at yg cerah setelah beberapa hari hujan.
Siang itu sang suami bersiap hendak menunai-kan ibadah Shalat Jum’at. Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pd sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yg tak biasa dimata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yg tak pernah diduganya.
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanan-nya di dunia.
Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.
Masih dalam posisi duduk sempurna dg telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
*"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"*
*_“Subhanallah ... sungguh akhir perjalanan hidup yg indah”_* demikian gumam para jama’ah setelah menyadari ternyata dia telah tiada di akhir shalat Jum'at....
Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dlm hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan *_"Selamat Tinggal"..._*
Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri, walau masih ada anak2 yg akan mengurusnya
Tapi kehilcangan suami yg telah didampingi-nya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikit pun keikhlasan dihatinya yg bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.
Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yg layak.
Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dg suaminya.
Dengan wajah yg cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dg lembut.
_“Apa yg Bapak lakukan?’_ tanya istrinya senang bercampur bingung.
_“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang._
•| Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia ini berakhir sekalipun.
•| Bapak selalu butuh Ibu.
•| Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”
Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata:
_“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian ..._
Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia2kan."
Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dg senyuman.
●》Senyuman indah dlm tidur panjang selamanya ….
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ
*"Istri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suami itu adalah 'Bajumu' pula"*
QS Al-Baqarah : 187
Semoga bisa mempererat cinta kasih yg sejati "Amiin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment